6 SIKAP KEBERANIAN
(halaman 35 – 42)
Para ahli motivasi, para motivator mengatakan, seribu angan-angan dapat dikalahkan dengan satu tindakan yang pertama. Langkah pertama, itulah kunci sukses. Banyak orang, bahkan kebanyakan orang, banyak bermimpi, banyak berkhayal, banyak berangan-angan tapi tidak pernah melaksanakan angan-angannya itu; impian hanya tetap impian. Kalau Anda ingin sukses, lakukan langkah pertama.
Langkah pertama adalah langkah perjuangan untuk keberhasilan, dengan tekad bulat. Tekad bulat itu berani. Kalau orang tidak berani berarti tidak bisa merobah sejarah hidupnya. Kalau Muhammad Ali takut bertinju, takut kalah, pasti dia tak akan menang dalam bertinju. Tanpa keberanian, orang tidak akan bisa merobah sejarah. Ada anak muda ingin kuliah, dana tak ada, biaya tidak ada, tetapi karena ada lambang tekad bulat keberanian, bisa dia kuliah. Dia bekerja di malam hari, atau kerja paruh waktu kuliahnya tiga kali seminggu, atau bekerja seperti biasa dan mengikuti program kuliah bagi karyawan. Orangtuanya kaget, kok bisa anaknya kuliah? Bisa, karena dia berani mengambil risiko, berani dengan tekad yang bulat melepaskan sifat-sifat penuntut dan mengembangkan sifat-sifat pemberi, berani berjuang, berani berkorban, berani melangkah.
Jadi siapa pun dalam hidup ini dia akan berhasil, kalau dia berani melangkah. Anda apabila memimpikan punya kekayaan yang besar, membayangkan senangnya bisa memberi pada ba-nyak orang, ingin sukses berbisnis, ingin sukses berusaha, ingin sukses mendirikan usaha, tapi hanya angan-angan belaka, omong sana omong sini ingin punya usaha mandiri dan sukses tanpa bukti langkah nyata, itu namanya omdo; omong doaangng...
Jadi orang harus bisa membuktikan omongannya, harus bisa membuktikan impiannya, dengan langkah-langkah keberanian. Langkah keberanian itulah yang bisa merobah nasib. Contoh; kalau orang disuruh nagih oleh orangtua-nya, ada anak muda disuruh nagih; “Tolong datang ke rumah Pak Durahman, Bapak punya janji katanya mau dibayar oleh dia satu juta.” Tapi si anak muda tadi berkata pada ayahnya, “Pak, ini kan hujan, takut ada geledek, mana lewat kuburan, lagi. Besok pagi saja.” Itu kata anak yang malas. Si bapak tadi lalu menyuruh anaknya yang lain, ternyata mau dan langsung bersiap-siap berangkat; tepat sekali dia berpandangan, jas hujan ada, payung ada, apa susahnya. “Bagus,” kata sang ayah; “hati-hati ya, nanti Bapak kasih hadiah.”
Ternyata Pak Durahman memang sudah menunggu, uangnya pun sudah disiapkan, dan si anak yang kedua tadi berhasil membawa uang satu juta, kemudian diserahkan pada ayahnya. Jelaslah yang mendapat hadiah yang tidak malas itu, yang punya keberanian dan segera mengayunkan langkah tanpa menunda-nunda waktu berlalu begitu saja. Itu salah satu contoh. Ada lagi; ada orang punya sepeda motor tapi tak berani mengendarainya, akhirnya tidak bisa naik motor, mau ke mana-mana harus mengajak orang lain untuk memboncengkannya. Terkait orang yang berani naik motor pun menarik sekali.
Coba bayangkan, bila ada orang punya angan-angan, punya impian, punya keinginan untuk mendirikan usaha, ke mana-mana dia naik motor dan setiap bertemu teman-teman pun ia ungkapkan keinginannya itu, tetapi sudah bertahun-tahun bahkan belasan tahun tidak terwujud-wujud juga. Sesungguhnya karena apa? Sesungguhnya karena tidak berani memulai langkah pertama. Aneh, kan, orang ke mana-mana naik motor, risikonya besar bisa mengalami kecelakaan yang fatal, berani dia, kok memulai membuka usaha tidak berani.
Baiklah, tetapi saya pun memahami bila saudara-saudaraku sekalian ada yang mengalami seperti itu. Saya memaklumi bila umpamanya Anda berkata, sebenarnya bukannya tidak berani, cuma masih ragu-ragu saja. Ya, ragu-ragu, terus sampai kapan? Baiklah, baiklah, saya mengerti Anda berani tapi ragu-ragu. Oleh karena itu keragu-raguan pun harus dihilangkan. Mari kita sulap keragu-raguan itu menjadi tekad bulat yang sebulat-bulatnya. Ada enam sikap keberanian yang bukan saja harus Anda pahami tapi juga harus Anda miliki. Untuk mendirikan usaha, agar berhasil dengan baik, perlu berbekal keberanian; harus benar-benar berani, orang berani itu orang nekad namanya. Kalau tidak nekad buka usaha, harus sampai kapan akan punya usaha sendiri dan impian tetap bersemayam di angan-angan?
Ada enam sikap keberanian yang harus Anda pahami sebaik-baiknya, lalu rakusi ia, lumat-lumatlah untuk kemudian Anda telan agar menjadi energi dahsyat pengembang semangat pantang menyerah untuk segera mendirikan usaha kecil-kecilan dulu dan menggenjotnya dengan kecerdasan prima untuk dalam waktu relatif singkat bisa menjadi sumber penghasilan yang besar dan menjadikan Anda kaya raya.
Keberanian yang pertama adalah berani meniru sukses orang lain. Kenapa begitu? Ya, orang-orang bisa masak kita tidak. Sebenarnya kita ini kan meniru; orang tua menyapu caranya begitu lalu kita bisa menyapu, orangtua cuci piring kita tiru, orangtuanya bisa bikin sate anaknya bisa bikin sate, orangtuanya pintar masak gado-gado anaknya meniru bisa juga bikin gado-gado. Artinya apa? Artinya, meniru itu gampang. Dalam persoalan bisnis, kalau ada orang berhasil dagang bakso laris, bisa enggak ya, kita tiru? Gampang kok, tinggal buka internet, search...”bakso enak”, akan mendapat jawabannya. Kenapa ya, kok ada orang bikin gado-gado enak... ya, search saja.
Nah, ini ada contoh, ada seorang pembantu rumah tangga bekerja pada orang kaya yang bisnisnya gado-gado. Setelah beberapa tahun dia mengundurkan diri tidak jadi PRT lagi, tapi jualan gado-gado. Akhirnya bisa merobah nasibnya, karena dia berani. Seorang pembantu rumah tangga berani dagang gado-gado seperti bosnya yang dulu, berkat berani meniru. Bagus sekali dengan dilakukan modifikasi, misalnya ditambah kacangnya, ditembah terasinya, ditambah gulanya, sehingga rasanya lebih enak lagi. Kalau Anda mau buka usaha, tiru saja. Jangan takut salah.
Perbanyak ilmu-ilmu praktis dengan mengikuti kursus-kursus. Kalau mau membuka usaha di bidang kursus pula, tiru saja yang sudah ada. Kursus Menjahit dan Mode JULIANA JAYA sudah lebih 30 tahun, puluhan cabangnya ada di mana-mana. Tiru saja yang saya lakukan. Saya tidak bisa menjahit, tapi punya kursus menjahit. Saya kalau kelabakan cari guru jahit, saya pasang iklan dua-tiga baris di suratkabar. Anda pun bisa melakukannya.
Manfaatkanlah iklan mini atau iklan baris di koran-koran. Misalnya mau buka usaha las, pasang iklan saja dua-tiga baris, dicari tukang/ahli las, pengalaman... Akhirnya datang beberapa tukang las ke rumah Anda. Bicarakanlah mengenai kerjasama membuka usaha di bidang las-mengelas dengannya. Itu namanya Anda berani. Banyak yang seperti itu, ingin punya suatu usaha dengan cara meniru sukses orang lain. Anda juga ingin sukses seperti mereka? Ya sudah, tiru saja. Namun jangan meniru merk, karena bisa berurusan dengan hukum. Itulah keberanian yang pertama, berani meniru sukses orang lain, dan Anda pasti bisa.
Banyak contoh jenis-jenis usaha di dalam buku ini, tiru saja. Saya bersedia memberikan konsultasi gratis bagi Anda, di buku ada telepon “Juliana Jaya”, hubungi saja, selagi bersesuaian waktu diantara kita Insya Allah bisa bertemu. Mau meniru buka usaha kursus jahit juga? Silahkan. Atau mau bertahap melalui sistem franchise dulu? Boleh. Silahkan kalau Anda berminat mau franchise Juliana Jaya. Hubungi saja Ibu Devi di Pusat JULIANA JAYA Pulogadung. Nanti kita bicarakan lebih lanjut. Keberanian yang kedua adalah berani mengguna-kan tenaga orang. Artinya, kita kan tidak bisa semua urusan, maka untuk menjalankan usaha, tak harus kita sendiri. Terjun langsung, harus, sebagai pemilik tentu harus terjun mengurusi usaha, saya pun begitu, tetapi saya tidak perlu menjadi guru jahit, tidak perlu menangani pembukuan sendiri, saya terjun langsung sebagai direktur.
Bagaimana menggunakan tenaga orang, tetapi yang bersangkutan betah, itu kunci yang penting. Menggunakan tenaga orang, bila Anda punya mobil dan tidak bisa menye-tir sendiri seperti saya, pakai tenaga orang sebagai pengemudi. Jangan pelit jadi bos, sering-sering memberi uang ekstra pada sopir kita, itu pun bagus sekiali. Pekerjaan di rumah, maksudnya pekerjaan rumahtangga, banyak, dan keluarga kita kerepotan menanganinya sendiri, pakai tenaga orang untuk membantu kita. Jangan pula lalu pembantu itu Anda bikin capek secapek-capeknya, hargai dia tenaga-nya pun terbatas, sering-sering dikasih uang jajan, kenapa pula tidak? Bukankah begitu? Hitung-hitung sedekah. Harta itu, semakin banyak disedekahkan semakin banyak bertambahnya. Dalam menjalankan usaha pun demikian.
Tenaga orang, atau pegawai kita, perlu juga dikasih perangsang-perangsang sesuai prestasinya ataupun sesuai rezeki yang masuk ke perusahaan kita. Misalnya saya, usaha kursus jahit, guru pun mendapat bagian sejumlah persentase tertentu dari setiap murid yang masuk. BPJS gratis kelas satu, dan lain-lain. Banyak macam cara bisa Anda terapkan. Gunakanlah tenaga orang untuk sukses usaha Anda. Kalau misalnya mau buka usaha kuliner, tidak bisa masak sate kambing yang enak, pasang iklan...dicari orang yang bisa memasak sate kambing enak, siap di-test. Tidak usah Anda jadi ahli tukang sate, yang penting Anda jadi otaknya usaha warung sate itu. Anda memimpin ahli-ahli tukang sate untuk sukses usaha bersama. Itulah keberanian yang kedua, yaitu berani menggunakan tenaga orang.
Keberanian yang ketiga adalah berani menggunakan uang orang lain. Caranya banyak; ingat IMF. I di sini adalah ISTRI. Katakan, Ma, Papa ingin buka usaha tapi uang enggak punya. Mama bisa bantu, kan? Misalnya begitu. Mungkin istri Anda mengatakan, tak punya uang. Ya, itu kalung kan ada, dilepas dulu sementara nanti kita beli yang lebih besar lagi. Ini usaha kan bagian keuangannya Mama yang pegang. Papa hanya ingin mewujudkan impian Papa punya usaha sendiri dan sukses, kita jadi orang kaya. Begitulah kiranya, dan akhirnya istri dengan senang hati melepas perhiasannya untuk membuka usaha bersama.
Kalau istri tidak punya, hubungi M, yaitu MERTUA. Menghadaplah pada mertua, berdua dengan istri Anda. Paparkan rencana Anda yang bagus itu, dengan cita-cita yang besar, demi kecemerlangan keluarga Anda. Mertua tentu berpikir, keberhasilan usaha Anda itu adalah untuk anaknya juga, untuk masa depan cucu-cucunya.
Kalaupun tidak berhasil, masih ada F, yaitu FAMILI, dan di sini artinya bisa diperluas. Bisa famili yang berkaitan sebagai saudara dari pihak istri/suami, atau dari pihak Anda sendiri, tetapi bisa juga lebih luas lagi lingkupnya bukan hanya yang berkaitan sebagai saudara, melainkan termasuk kawan-kawan lama, dan sebagainya. Realisasinya bisa dalam bentuk pinjaman lunak, kerjasama, dan lain-lain.
Keberanian yang keempat adalah berani memulai. Mulailah segera, jangan lama-lama. Pilihlah jenis usaha yang Anda minati, yang cocok, yang tepat, yang modalnya kecil untungnya besar. Tetapkan hari tanggal bulan tahun kapan akan memulai. Tetapkan waktunya, jangan tidak, tetapkan 90 hari dari sejak Anda memutuskan akan membuka usaha tersebut. Selama 90 hari itu setiap waktu Anda berpikir tentang mendirikan usaha yang Anda impi-impikan itu tadi. Misalnya bulan pertama mencari tempat, lalu mengurus izin usaha, menyiapkan sarana-sarana, dan seterusnya.
Baca buku ini baik-baik, Anda pun akan menemukan cara-cara mencari tempat yang strategis, cara meng-urus izin usaha, dan sebagainya. Kita harus berani mulai, tanpa mulai omong kosong, tanpa mulai tetap omdo. Rencana jangan ditunda-tunda. Lebih cepat lebih baik. Tanpa perencanaan tidak bisa. Berani memulai berarti berani menjadi orang kaya. Beranikah Anda menjadi orang kaya? Kalau tidak berani menjadi orang kaya, tidak usah memulai buka usaha. Keberanian yang kelima adalah berani marketing dan promosi. Singkatnya adalah berani pasang iklan. Tidak usah iklan yang hebat-hebat, cukup iklan baris atau iklan mini saja.
Percayalah padaku, sayang... Saya sudah puluhan tahun mengelola kursus menjahit JULIANA JAYA, sebentar saja lalai memasang iklan di suratkabar, omset langsung menurun. Begitu juga bila lalai pasang stiker, banner, termasuk menyebarkan brosur. Lalu keberanian yang keenam adalah berani buka cabang. Anda bayangkan, bagaimana kalau saya hanya punya satu tempat kursus, pahitlah hidup ini. Tapi karena kursus saya lebih dari 25 cabang, ya, alhamdulillah.
Segeralah buka cabang, bila usaha yang satu sudah berjalan, buka cabang lagi, buka cabang lagi. Itulah saudara-saudaraku tersayang, rumus enam sikap keberanian yang harus Anda miliki untuk meraih masa depan yang gemilang. Anda tidak sendirian, ada saya yang siap menemani Anda.
Segeralah bangkit untuk menggairahkan perekonomian nasional dan mengatasi pengangguran. Masa depan bangsa dan negara pun ada bebannya di pundak Anda juga. Mari berjuang demi kejayaan Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar